
Information, not advice: Bali SEZ Intelligence is an independent editorial guide — not a government body, zone operator, or licensed adviser. Incentives and regulations change and apply case-by-case; verify with the OSS system, official KEK channels, and licensed Indonesian counsel before acting. If you engage a partner we introduce, that partner may pay us a referral fee at no cost to you.
Perbedaan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur dimulai dari dasar hukum yang berbeda, ukuran yang jauh berbeda, dan sektor prioritas yang tidak tumpang tindih. KEK Kura Kura ditetapkan melalui PP No. 23/2023 di atas 498 hektare Pulau Serangan untuk sektor pariwisata dan industri kreatif; KEK Sanur ditetapkan lebih awal lewat PP No. 41/2022 di atas 41,26 hektare bekas kompleks Grand Inna untuk sektor kesehatan dan pariwisata. Dua zona, dua tesis investasi, satu kota administrasi yang sama.
Investor sering memperlakukan keduanya sebagai pilihan yang saling menggantikan. Itu keliru. Yang satu bermain di skala kota baru selama tiga dekade; yang lain membangun ekosistem rumah sakit + medical tourism yang sudah punya pasien dan anggaran modal kerja nyata. Halaman ini mengurai perbedaan itu baris demi baris, termasuk angka realisasi yang sebaiknya Anda ketahui sebelum menandatangani LOI apa pun.
Ringkasan Cepat: Siapa Zona Ini Sebenarnya
KEK Kura Kura Bali adalah untuk operator pariwisata skala besar, perusahaan ekonomi kreatif, lembaga pendidikan internasional, dan pemain properti yang nyaman dengan horizon 2035–2052. Zona ini sedang dibangun secara aktif — infrastruktur inti sudah selesai, tenant anchor pertama sudah beroperasi, tapi sebagian besar master plan masih di atas kertas atau dalam konstruksi. Jika Anda masuk sekarang, Anda mendapatkan harga awal dan hak klaim posisi strategis, dengan risiko pengembang yang melekat.
KEK Sanur adalah untuk operator kesehatan, grup klinik, perusahaan wellness premium, dan investor hospitality yang ingin bermain di ekosistem rumah sakit berteknologi tinggi yang sudah punya institusi anchor (Bali International Hospital, IHC/Pertamina Bina Medika). Zona ini lebih kecil, lebih terfokus, dan secara realisasi sudah jauh lebih maju. Target jangka panjangnya — menghentikan arus pasien Indonesia yang berobat ke Singapura dan Malaysia — adalah target nasional yang didukung alokasi fiskal pemerintah yang serius.
Tabel Banding 12 Baris: KEK Kura Kura Bali vs KEK Sanur
| Parameter | KEK Kura Kura Bali | KEK Sanur |
|---|---|---|
| Dasar hukum | PP No. 23 Tahun 2023, berlaku 5 April 2023 | PP No. 41 Tahun 2022, berlaku 1 November 2022 |
| Lokasi | Pulau Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar | Kawasan bekas Grand Inna Bali Beach, Denpasar Selatan |
| Luas | 498 hektare (tepat per PP) | 41,26 hektare |
| Sektor formal per PP | Pariwisata + industri kreatif (MICE, hiburan, multimedia, teknologi komunikasi, kerajinan, fashion) | Kesehatan + pariwisata (medical tourism, rumah sakit, wellness, MICE kesehatan) |
| Developer / BUPP | PT Bali Turtle Island Development (BTID) — struktur kepemilikan saham belum diverifikasi dari sumber primer | Sisi kesehatan: PT Pertamina Bina Medika (IHC); sisi hospitality/estate: Hotel Indonesia Natour / InJourney Hospitality. Nama entitas BUPP resmi belum diverifikasi bersih di kek.go.id |
| Target investasi (jangka panjang) | IDR 89,9 T (kek.go.id) — sumber lain menyebut IDR 104–104,4 T hingga ~2052. Dua angka resmi beredar; gunakan keduanya dengan sumber masing-masing | IDR 10,2 T (rilis Kemenko Perekonomian). kek.go.id mencantumkan IDR 6,2 T — dua set angka resmi yang bertentangan; kutip keduanya |
| Target tenaga kerja | ~35.036 tenaga kerja langsung + ~64.800 tidak langsung (horizon 2052) | 43.647 tenaga kerja (langsung + tidak langsung, horizon 2045) per rilis Kemenko; kek.go.id menyebut 18.375 |
| Realisasi investasi | ±IDR 1,62 T + ±2.100 tenaga kerja per April 2026 (satu sumber sekunder: balibusinessnews.com — verifikasi ke kek.go.id/BTID sebelum mengutip) | IDR 5,37 T kumulatif + 5.444 tenaga kerja terpekerjakan (lebih tinggi dan dapat dikonfirmasi lintas sumber) |
| Anchor tenant / proyek utama | UID Bali Campus (operasional), ACS Bali International School (buka Agustus 2025), Grand Outlet Bali (JV BTID–Mitsubishi Estate, ~92% selesai, target soft opening pertengahan 2026), hotel ~140+ kamar (dalam konstruksi, operator belum dikonfirmasi) | Bali International Hospital / BIH (operator IHC, kolaborasi Mayo Clinic, 250 tempat tidur, soft opening April 2025), The Meru Sanur (ex Grand Inna — jadwal reopening belum diverifikasi), Bali Beach Convention Center |
| Target pasien / pengguna spesifik sektor | Tidak ada target pasien — zona ini bukan sektor kesehatan. Target wisatawan MICE dan creative economy | 123.000–240.000 pasien Indonesia per tahun pada 2030 (4–8% dari yang kini berobat ke luar negeri) |
| Insentif fiskal utama | Sama: tax holiday CIT 10–20 tahun (sesuai tier investasi), PPN & PPnBM tidak dipungut, bebas bea masuk, potongan pajak daerah 50–100%. Kerangka hukum: UU 39/2009 jo UU 6/2023, PP 40/2021, PMK 237/2020 jo 33/2021 | |
| Horizon investasi realistis | Pembangunan multi-decade hingga ~2052; pelaku usaha awal mungkin masuk siklus ekspansi pasar yang panjang | Ekosistem kesehatan sudah ada anchor dan infrastruktur; ramp pasien tetap butuh bertahun-tahun untuk menyaingi Singapura/Malaysia/Thailand |
Catatan tabel: Angka realisasi KEK Kura Kura dari satu sumber sekunder — verifikasi langsung ke BTID atau kek.go.id sebelum menggunakannya dalam dokumen investasi resmi. Dua set target resmi KEK Sanur mencerminkan metodologi penghitungan yang berbeda antara kek.go.id dan rilis Kemenko Perekonomian — bukan kesalahan editorial kami.
Perbedaan Mendasar yang Tidak Terlihat di Tabel
Skala dan Kompleksitas Pengembangan
498 hektare versus 41,26 hektare bukan sekadar angka luas. KEK Kura Kura pada dasarnya adalah kota baru di atas pulau reklamasi — lengkap dengan rencana distrik keuangan, kampus pengetahuan, marina, dan kawasan residensial mewah. Membangun kota baru dari pulau reklamasi membutuhkan lebih dari insentif pajak; butuh kohesi antar fungsi kota, throughput transportasi yang memadai, dan komitmen jangka panjang dari berbagai pemangku kepentingan. BTID sudah membuktikan komitmen itu dengan menyelesaikan infrastruktur inti (jalan, listrik, air, telekomunikasi) dan membawa dua tenant pendidikan beroperasi. Tapi 14,53% dari target tahunan 2025 yang tercapai di semester pertama 2025 — IDR 260,96 miliar dari target tahun itu — memberi gambaran yang lebih jelas tentang rentang waktu yang dibutuhkan.
KEK Sanur bermain di lapangan yang berbeda. Luas zonasinya seperempat dari KEK Kura Kura, fokusnya tunggal (kesehatan), dan BIH sudah beroperasi dengan peralatan LINAC, 3T MRI, 3D brachytherapy, dan pusat unggulan onkologi-neurologi-kardiologi-ortopedi. Infrastruktur teknis ini bukan sesuatu yang bisa dibangun dalam dua tahun. Investor yang masuk ke KEK Sanur sekarang sedang bergabung dengan ekosistem yang sudah berjalan, bukan membangunnya dari nol.
Logika Permintaan yang Berbeda
KEK Sanur dibangun di atas masalah yang terukur dan sudah ada: ratusan ribu warga Indonesia yang berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan estimasi kebocoran devisa yang diutarakan pejabat resmi menyentuh miliaran dolar per tahun. Angka itu bisa diperdebatkan metodologinya — dan memang ada beberapa versi berbeda yang beredar — tapi tekanan dasarnya nyata. Keluhan utama pasien Indonesia yang memilih Singapura atau Penang biasanya sama: ketersediaan spesialis, waktu tunggu, dan kepercayaan pada prosedur kompleks. BIH dirancang tepat untuk menjawab ini, dengan Mayo Clinic sebagai sinyal kualitas global. Ramp-up tetap butuh waktu bertahun-tahun, dan persaingan dengan Singapura, Malaysia, Thailand yang sudah punya reputasi puluhan tahun adalah pertarungan sebenarnya. Tapi pasarnya ada dan terdokumentasi.
KEK Kura Kura beroperasi di logika penciptaan pasar. Tidak ada 500.000 wisatawan yang sudah antri menunggu Grand Outlet Bali dibuka; tidak ada perusahaan kreatif yang sudah berjanji pindah ke Serangan ketika kampus krea-teknologinya selesai. Ini bukan kelemahan — setiap kawasan ekonomi besar di dunia melewati fase ini — tapi investor perlu masuk dengan mata terbuka tentang apa yang sedang mereka beli: posisi di ekosistem yang masih dibangun, bukan tiket masuk ke ekosistem yang sudah terbukti.
Risiko Spesifik Per Zona
Untuk KEK Kura Kura, risiko terbesar adalah waktu. Proyeksi 2052 melewati dua hingga tiga siklus pariwisata besar, satu atau dua pergantian kepemimpinan nasional, dan setidaknya satu krisis global berskala COVID. Realisasi investasi sekitar 1,5% dari target jangka panjang bukan indikasi kegagalan — ini zona yang baru berusia tiga tahun — tapi angka itu perlu dibaca jujur. Ada juga warisan reklamasi Serangan dari era 1990-an yang masih menjadi perhatian lingkungan dan komunitas lokal: erosi pantai, dampak pada perikanan tradisional, klaim komunitas pesisir. Investor yang sensitif pada ESG perlu melakukan due diligence lingkungan yang lebih dalam dari sekadar membaca PP.
Untuk KEK Sanur, risikonya lebih operasional. Medical tourism butuh kepercayaan, dan kepercayaan dibangun dari rekam jejak klinis yang panjang, bukan dari siaran pers. Tekanan biaya — pasien yang membandingkan harga out-of-pocket BIH dengan biaya di Penang atau Mount Elizabeth — nyata. Regulasi tenaga medis asing masih memiliki titik-titik gesek. Dan dua set angka target resmi yang bertentangan antara kek.go.id dan rilis Kemenko Perekonomian bukan kesalahan kecil — itu mencerminkan koordinasi antar lembaga yang belum sempurna, yang perlu Anda pertimbangkan saat memodelkan proyeksi.
Satu catatan yang berlaku untuk kedua zona: Global Minimum Tax (Pillar Two, PMK 136/2024) memberlakukan tarif efektif minimum 15% untuk grup MNE dengan pendapatan lebih dari 750 juta euro. Jika perusahaan Anda masuk dalam cakupan ini, tax holiday KEK tidak serta-merta memberikan penghematan penuh yang tertulis di PP — bagian yang tersimpan bisa ditarik kembali via top-up tax di yurisdiksi induk. Ini bukan alasan untuk tidak masuk KEK, tapi angka CIT 0% atau 50% di brosur perlu divalidasi dengan konsultan pajak yang memahami rezim Pillar Two Indonesia.
Insentif Fiskal: Keduanya Sama, dan Ini Penting
Satu hal yang sering luput dari perbandingan: kedua zona menggunakan kerangka insentif yang identik. Tidak ada KEK di Indonesia yang punya rezim pajak khusus berbeda — semua diatur oleh PP 40/2021, PMK 237/2020 jo 33/2021, dan UU 6/2023. Jadi ketika memilih antara Kura Kura dan Sanur berdasarkan insentif pajak saja, Anda sedang memilih menu yang sama.
Tier tax holiday KEK berlaku untuk kegiatan utama dengan investasi minimum IDR 100 miliar:
- IDR 100 M – kurang dari 500 M: pembebasan CIT 100% selama 10 tahun
- IDR 500 M – kurang dari 1 T: 15 tahun
- IDR 1 T ke atas: 20 tahun
- Setelah period utama: pengurangan CIT 50% selama 2 tahun tambahan
PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor modal dan bahan baku ke KEK. Bea masuk dan PPh 22 impor tidak dipungut. Pajak daerah mendapat potongan 50–100% via Perda (PP 40/2021 Pasal 100). Investasi yang tidak memenuhi threshold IDR 100 miliar bisa menggunakan tax allowance: pengurangan 30% dari nilai investasi selama 6 tahun (5% per tahun), WHT dividen 10%, dan kompensasi kerugian hingga 10 tahun.
Pilihan zona seharusnya didorong oleh sektor bisnis Anda, bukan oleh persepsi bahwa satu zona punya insentif lebih baik dari yang lain.
Daftar Keputusan: Zona Mana yang Tepat untuk Anda?
Gunakan daftar ini sebagai titik awal — bukan pengganti due diligence mendalam.
Pertimbangkan KEK Kura Kura Bali jika:
- Bisnis Anda adalah MICE, hiburan, konten multimedia, teknologi komunikasi, atau kerajinan/fashion (sektor formal per PP 23/2023)
- Anda ingin posisi anchor di kawasan yang masih terbuka lebar — harga masuk dan negosiasi posisi strategis masih memungkinkan
- Horizon investasi Anda 10–15 tahun ke depan, bukan 3–5 tahun
- Proyek Anda membutuhkan lahan signifikan (zona 498 ha punya fleksibilitas fisik yang tidak bisa ditawarkan Sanur)
- Anda sudah familiar dengan risiko pengembang kawasan baru dan memiliki kemampuan untuk menunggu ekosistem matang
- Model bisnis Anda cocok dengan rencana International Financial Center (IFC) Kura Kura — namun catatan penting: per April 2026, kerangka regulasi IFC ini belum ada, hanya ada pernyataan dan dukungan politik. Jangan buat keputusan investasi berdasarkan IFC sebelum ada PP atau PMK konkret yang mengaturnya
Pertimbangkan KEK Sanur jika:
- Bisnis Anda adalah layanan kesehatan, klinik spesialis, wellness center, diagnostik, atau medical hospitality (sektor formal per PP 41/2022)
- Anda ingin bermitra dalam ekosistem BIH — sebagai tenant komersial, penyedia layanan pendukung, atau mitra klinis
- Anda sedang menghitung ekonomi patient-capture dari arus pasien yang selama ini ke Singapura/Malaysia/Thailand
- Lahan 41 ha yang sudah terdefinisi dan terkonsentrasi lebih cocok untuk model operasional Anda dibanding hamparan Pulau Serangan
- Anda membutuhkan ekosistem yang sudah punya anchor tenant beroperasi dan realisasi investasi yang lebih bisa diverifikasi
Pertimbangkan keduanya atau tunda keputusan jika:
- Bisnis Anda lintas sektor (misal: wellness retreat yang menggabungkan kesehatan dan pariwisata premium) — kedua zona punya komponen pariwisata, tapi aksennya berbeda
- Modal Anda di bawah IDR 100 miliar dan Anda ingin tax holiday — threshold ini berlaku di kedua zona
- Anda masih perlu memverifikasi satu atau lebih poin di bagian verifikasi di bawah sebelum bisa mengambil keputusan yang berinformasi
Jika Anda sudah di tahap memodelkan angka serius untuk salah satu zona — mulai dari tarif sewa lahan hingga timeline OSS — isi Formulir pertanyaan kami atau hubungi kami via WhatsApp untuk sesi perencanaan awal. Kami bisa menghubungkan Anda dengan mitra terverifikasi di kedua zona; jika Anda melanjutkan dengan mitra tersebut, mereka mungkin membayar biaya referral kepada kami tanpa biaya tambahan di pihak Anda.
Satu Tabel Lagi: Angka Realisasi vs Target
Ini tabel yang paling jarang dipublikasikan. Kami menyajikannya karena angka ini penting untuk sizing ekspektasi Anda.
| Metrik | KEK Kura Kura Bali | KEK Sanur |
|---|---|---|
| PP pendirian | 5 April 2023 (PP 23/2023) | 1 November 2022 (PP 41/2022) |
| Target investasi jangka panjang | IDR 89,9 T (kek.go.id) / IDR 104 T (~2052) | IDR 10,2 T (Kemenko) / IDR 6,2 T (kek.go.id) |
| Realisasi investasi kumulatif | ~IDR 1,62 T per Apr 2026 (satu sumber sekunder) | ~IDR 5,37 T kumulatif (multi-sumber) |
| Rasio realisasi / target (jangka panjang) | ~1,5–1,8% dari IDR 104 T | ~53–87% dari target (tergantung set angka) |
| Tenaga kerja terpekerjakan | ~2.100–2.146 per Apr 2026 | ~5.444 kumulatif |
| Anchor tenant beroperasi | UID Bali Campus, ACS Bali (Agu 2025); Grand Outlet ~92% selesai | BIH (soft opening Apr 2025, 250 bed, CoE onkologi/neurologi/kardiologi/ortopedi) |
Interpretasi: Perbedaan rasio realisasi bukan indikasi bahwa satu zona lebih baik dari yang lain — ini mencerminkan perbedaan skala, usia, dan nature bisnis yang sangat berbeda. Membandingkan IDR 1,62 T vs IDR 5,37 T tanpa konteks ukuran zona dan sektor adalah perbandingan yang menyesatkan. Yang relevan: keduanya sedang bergerak, tapi dengan momentum yang berbeda dan timeline yang berbeda.
Yang Belum Kami Verifikasi (Jujur)
Sebagai referensi intelijen independen, kami mendokumentasikan apa yang belum bisa kami konfirmasi dari sumber primer:
- Nama entitas BUPP resmi KEK Sanur — kek.go.id perlu diverifikasi langsung
- Struktur kepemilikan saham BTID
- Jumlah spesies taman etnomedisin di KEK Sanur — angka yang beredar tidak terkonfirmasi dari dokumen resmi zone
- Status operasional Tsinghua Southeast Asia Center di Kura Kura — disebut dalam rencana induk, belum ada konfirmasi beroperasi
- Status marina Kura Kura — ada dalam masterplan, belum ada konfirmasi konstruksi selesai atau operasional
- Tanggal dan nama pejabat pada peresmian BIH pasca soft opening — tidak diverifikasi dari arsip kepresidenan atau Setkab
- Angka realisasi Kura Kura IDR 1,62 T berasal dari satu sumber sekunder; perlu konfirmasi ke BTID atau kek.go.id
Praktik ini adalah standar editorial kami. Kami lebih memilih mengakui batas verifikasi daripada menerbitkan angka yang tidak bisa kami pertanggungjawabkan.
Langkah Selanjutnya untuk Investor
Tabel banding adalah titik awal, bukan titik akhir. Dua hal yang hampir selalu diabaikan investor pada tahap ini:
Pertama, harga lahan dan sewa ruang di kedua zona tidak dipublikasikan. Semua bersifat komersial dan dinegosiasikan langsung dengan BUPP. Tidak ada benchmark publik yang bisa Anda gunakan sebagai patokan — yang ada hanya negosiasi. Artinya kekuatan posisi tawar Anda sangat bergantung pada seberapa matang due diligence yang Anda bawa ke meja, dan apakah Anda punya pembanding dari kawasan serupa.
Kedua, timeline realistis untuk menjadi pelaku usaha yang sepenuhnya beroperasi — dari pembentukan PT PMA hingga semua fasilitas fiskal aktif — ada di kisaran 6–12 bulan untuk proyek menengah, lebih lama untuk sektor kesehatan yang memerlukan izin klinis tambahan. Angka NIB dalam sehari yang sering disebut hanya mencerminkan satu langkah awal dari proses yang jauh lebih panjang.
Untuk panduan mendalam tentang proses pendaftaran pelaku usaha, lihat artikel kami tentang cara menjadi pelaku usaha KEK dan tax holiday KEK: berapa tahun dan syaratnya.
Sudah siap masuk ke angka yang lebih spesifik? gunakan formulir pertanyaan kami untuk mendeskripsikan proyek Anda, atau rencanakan sesi konsultasi awal via WhatsApp. Tidak ada template jawaban — setiap pertanyaan dijawab berdasarkan konteks proyek Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah bisa berinvestasi di kedua KEK sekaligus?
Secara hukum, tidak ada larangan. PT PMA yang sama bisa menjadi pelaku usaha di dua KEK yang berbeda jika memenuhi persyaratan modal dan memiliki kegiatan usaha yang sesuai dengan sektor masing-masing zona. Praktisnya, ini berarti dua proses registrasi terpisah, dua perjanjian dengan BUPP yang berbeda, dan dua set pengajuan fasilitas fiskal. Investor yang mempertimbangkan ini biasanya adalah grup konglomerasi dengan portofolio sektor yang memang mencakup keduanya — misalnya grup properti-kesehatan atau grup hospitality-kreatif.
KEK mana yang lebih cocok untuk perusahaan teknologi atau startup digital?
PP 23/2023 KEK Kura Kura mencantumkan teknologi komunikasi sebagai subsektor dalam industri kreatif — itu dasar hukumnya. Visi distrik pengetahuan Kura Kura (UID Campus, rencana Tsinghua SEA Center, rencana IFC) juga lebih sejalan dengan profil tech/digital. KEK Sanur secara formal berada di sektor kesehatan dan pariwisata; perusahaan healthtech atau medtech yang layanannya terintegrasi dengan BIH bisa menjadi pengecualian, tapi harus ada nexus sektoral yang jelas. Insentif fiskalnya identik di kedua zona, sehingga penentu utamanya adalah ekosistem mana yang paling relevan untuk model bisnis Anda.
Berapa lama proses mendapatkan tax holiday di KEK Bali?
Pengajuan fasilitas tax holiday ke Direktorat Jenderal Pajak melalui sistem OSS harus dilakukan sebelum operasi komersial dimulai — ini syarat kritis yang sering terlewat. Setelah dokumen lengkap masuk, proses di DJP bisa memakan 1–3 bulan lebih. Total dari pendirian PT PMA hingga fasilitas aktif: 6–12 bulan adalah estimasi realistis untuk proyek menengah tanpa komplikasi. Proyek berskala besar dengan investasi di atas IDR 1 triliun atau yang melibatkan negosiasi KPI khusus bisa lebih panjang. Pastikan konsultan yang Anda tunjuk sudah pernah menyelesaikan proses ini untuk KEK spesifik — bukan hanya familiar dengan rezim KEK secara umum.
Apakah KEK Sanur hanya untuk rumah sakit besar?
Tidak. Zona ini mencakup ekosistem yang lebih luas: klinik spesialis, pusat wellness dan rehabilitasi, layanan diagnostik, apotek dan farmasi, hospitality medis, serta MICE dengan orientasi kesehatan. Investor yang masuk sebagai tenant pendukung ekosistem BIH — penyedia jasa farmasi, nutrisi klinis, rehabilitasi fisik, atau layanan pendampingan pasien — secara teknis bisa beroperasi di zona ini dengan modal yang jauh lebih kecil dari membangun rumah sakit penuh. Kualifikasi sektor tetap harus dicocokkan dengan sektor formal PP 41/2022 dan KBLI yang diizinkan oleh Administrator KEK Sanur.
Bagaimana status hak atas tanah di KEK untuk investor asing?
Tidak ada Hak Milik untuk warga negara asing di mana pun di Indonesia, termasuk di KEK. Skema yang umum: PT PMA (badan hukum Indonesia) memegang Hak Guna Bangunan (HGB) atas lahan atau bangunan; individu asing bisa memegang Hak Pakai dalam kondisi tertentu. Di dalam KEK, durasi HGB mengikuti siklus 30+20+30 tahun berdasarkan PP 18/2021 — berbeda dengan skema yang berlaku di IKN. Klaim bahwa KEK memberikan HGB 80 tahun dalam satu pemberian upfront perlu dikonfirmasi ke notaris atau konsultan pertanahan yang familiar dengan regulasi spesifik KEK sebelum Anda menandatangani perjanjian apa pun.